Kamis, 05 September 2013

LEGENDA AWI TADUNG DAN ULAR BUNTUNG



Judul Buku   :   Legenda Awi Tadung dan Ular Buntung
Pengarang   :   Tajuddin Noor Ganie, M.Pd
Penerbit        :   Tuas Media Kertak Hanyar, Kalsel
Tebal Buku   :   71+VI halaman
Tahun           :   2012
ISBN              :   978-602-7514-19-5

Nenek moyang etnis Banjar di Kalsel dikenal sebagai suku bangsa yang kreatif dalam mengolah cerita rakyat. Terbukti khasanah cerita rakyat etnis Banjar sangat banyak jumlahnya dan sangat beragam genre/jenisnya (mitologi, legenda, dongeng, dan kisah pelipur lara.
Tidak jarang, cerita rakyat dimaksud menjadi sumber inspirasi (hypogram) yang berharga bagi sastrawan Kalsel dalam mengolah karya sastra mereka. Tajuddin Noor Ganie, M.Pd (TNG) merupakan salah seorang sastrawan Kalsel yang cukup banyak mengambil inspirasi dari cerita rakyat warisan nenek moyangnya itu.
Cerita rakyat gubahan TNG yang dimuat dalam buku ini ada 9 judul, yakni .(1) Legenda Asal-usul Kerbau Rawa  di Tanah Banjar, (2) Legenda Tiga Macan Siluman di Gunung Maratus, (3) Legenda Ular Suruhan, (4) Legenda Pohon Pulantan dari Langit, (5) Legenda Bumbu Raya Hantu Pemakan Mayat, (6) Legenda Datung Gariwai, (7) Legenda Awi Tadung dan Ular Buntung, (8) Legenda Jin Kembar Penunggu Pulau Kaget, dan (9) Legenda Ning Kurungan. 
Semua cerita rakyat yang dimuat dalam buku ini sudah teruji kualitasnya, karena semuanya telah berhasil menembus seleksi ketat yang dilakukan oleh para redaktur di berbagai majalah terbitan Jakarta, yakni Majalah Senang, Majalah Idola, dan Majalah Misteri.
Tidak hanya itu, semua judul cerita rakyat dimaksud juga sudah berulang kali dijadikan sebagai sumber data penelitian untuk penulisan tugas kuliah dan  skripsi oleh para mahasiswa PBSID STKIP PGRI Banjarmasin.
 









REVIEW BUKU-BUKU KARANGAN TAJUDDIN NOOR GANIE

Pusat Pengkajian Masalah Sastra Kalimantan Selatan (PUSKAJIMASTRA) Kalsel adalah sebuah lembaga yang didirikan khusus untuk mengumpulkan, melindungi, dan menyebar-luaskan semua karya seni dan karya intelektual yang telah dihasilkan oleh Tajuddin Noor Ganie, M.Pd (TNG). 
Perlakukan khusus dimaksud sengaja diberikan kepada TNG karena semua biaya operasional PUSKAJIMASTRA Kalsel ditanggung sepenuhnya oleh TNG. Biaya operasional dimaksud pada umumnya berasal dari honorarium pemuatan tulisan TNG di berbagai koran/majalah, dan laba bersih hasil penjualan buku-buku TNG.
Sepanjang tahun 2010, kegiatan penerbitan buku-buku TNG semakin digalakkan. Buku-buku yang diterbitkan sepanjang tahun 2010 adalah buku-buku kumpulan tulisan TNG yang sudah dipublikasikan di berbagai koran/majalah selama 30 tahun terakhir (1980-2009).
Khusus untuk tulisan TNG yang dipublikasikan pada tahun 1980-1999 terpaksa diketik ulang secara bertahap oleh tim kerja yang sengaja dibentuk untuk itu. Hal ini mengingat arsip tulisan TNG dimaksud masih berupa ketikan mesin tik.
Setelah selesai diketik ulang dengan komputer, semua tulisan dimaksud dikumpulkan jadi satu buku berdasarkan temanya. Sampai dengan akhir Agustus 2010 telah berhasil dirampungkan 25 judul buku, yakni
1.       Antologi Biografi Sastrawan Kalsel
2..   Asal-usul Orang Banjar
3.      Aspek-aspek Etnografi Laskar Pelangi
4.    Jatidiri Puisi Indonesia
5.    Kajian Puisi
6.    Kamus Mimpi Orang Banjar
7.    Kamus Peribahasa Banjar
8.    Karakteristik Bentuk, Fungsi, Makna dan Nilai Peribahasa                                        Banjar
9.    Legenda Awi Tadung dan Ular Buntung (Antologi Cerita Rajyat Tanah Banjar)
10. Mengenal Benda-benda Bertuah Magis dalam Religi Orang Banjar di Kalimantan Selatan
11. Penyair Kalsel 1930-1942 : Apa, Siapa, dan Bagaimana Puisi Mereka
12.  Praktek Menulis Cerpen
13. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Madihin
14. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Mantra
15. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Pantun
16. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Peribahasa
17. Puisi Banjar Genre Lama Bercorak Syair
18. Sasirangan, Kain Khas Tanah Banjar
19. Sejarah Lokal Kesusastraan Indonesia di Kalsel 1930-2009
20. Tegaknya Masjid Kami (Novel Sejarah Pembangunan Masjid Sultan Suriansyah)
21. Tengah Malam di Kuala Lumpur (Antologi Cerpen Modern)
22. Teori dan Praktik Menulis Puisi
23. Teori Menulis Cerpen
24. Teori Sastra
25. Tragedi Intan Trisakti

Semua buku di atas direproduksi dengan cara difoto-copy bukan dicetak sebagai mana lajimnya buku yang refresentatif. Teknik reproduksi dengan cara difoto-copy ini terpaksa dipilih karena kemampuan finansial PUSKAJIMASTRA Kalsel masih sangat terbatas.

Jika tidak segera dikumpulkan, maka dikhawatirkan arsip tulisan TNG akan habis dimakan rayap atau akan sulit ditemukan lagi karena masih berserakan di sana-sini. Dalam hal ini yang penting adalah terkumpulnya sejumlah tulisan TNG yang masih tercerai-berai itu. Namun, jika prospek bisnisnya memungkinkan, maka untuk buku-buku tertentu akan diterbitkan secara tercetak.

Pengumpulan sejumlah tulisan TNG dalam bentuk buku juga dimaksudkan untuk memudahkan penyebar-luasannya ke berbagai lembaga perpustakaan dan perorangan yang berminat mengoleksinya. Selama ini, PUSKAJIMASTRA Kalsel aktif mengirimkan buku-buku semacam ini ke berbagai perpustakaan, salah satunya di antaranya adalah ke Perpustakaan KITLV Leiden. Daftar buku TNG yang dikoleksi Perpustakaan KITLV Leiden bisa dilihat di google/tajuddinnoorganie/book.

Para kepala BAPUSTARDA di Kalsel, di luar Kalsel, atau perorangan yang berminat untuk membeli salah satu atau sejumlah buku di atas dipersilahkan menghubungi Tajuddin Noor Ganie melalui HP 0819 5188 521, email : tajuddinnoorganie@co.id, atau facebook tajuddinnoorganie. 

Berkaitan dengan strategi kebudayaan, PUSKAJIMASTRA Kalsel menyarankan agar semua BAPUSTARDA di Kalsel menjadikan buku-buku muatan lokal karangan para penulis Kalsel sebagai koleksi unggulannya. Tujuannya agar setiap anggota masyarakat dapat dengan mudah mempelajari tentang keunggulan-keunggulan local genius suku bangsanya sendiri. 

Selain itu, agar BAPUSTARDA di Kalsel menjadi tempat tujuan utama bagi para peneliti asing yang berminat untuk melakukan penelitian di Kalsel.

 

TAJUUDDIN NOOR GANIE TERBITKAN ANTOLOGI BIOGRAFI 426 SASTRAWAN KALSEL


 Tajuddin Noor Ganie menerbitkan bukunya berjudul Antologi Biografi 426 Sastrawan Kalsel 1930-2009 (AB426SKS 1930-2009, Penerbit Rumah Pustaka Karya Sastra Puskajimastra Kalsel Banjarmasin).

Buku ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari bukunya berjudul Sketsa Sastrawan Kalimantan Selatan (SSKS) (Balai Bahasa Banjarmasin, 2001, yang ditulisnya bersama dengan Jarkasi).
 

Menurut Tajuddin Noor Ganie, buku SSKS sudah kadaluarsa sehingga perlu diterbitkan buku baru untuk menampung tambahan data yang begitu banyak selama 7 tahun terakhir ini.
 

Perbedaan siginifikan antara SSKS dengan AB246SKS terletak pada jumlah entrinya. SSKS cuma menampung 307 entri, sedangkan AB246SKS menampung 426 entri. Ini berarti ada tambahan 121 entri.
 

Entri-entri baru yang dimuat di dalam AB246SKS ini pada umumnya adalah entri-entri yang berkaitan dengan sastrawan Kalsel generasi pewaris 1990-1999 dan 2000-2009.
 

Sumber data yang dirujuk Tajuddin Noor Ganie dalam penyusunan AB246SKS ini berasal dari manuskrip, kliping koran/majalah, dan buku-buku sastra yang berhasil dikumpulkannya sejak tahun 1980. Selain itu juga dilengkapi dengan hasil wawancara informal yang dilakukannya dengan puluhan orang sastrawan Kalsel.

Pada saat yang bersamaan  Tajuddin Noor Ganie juga menerbitkan bukunya berjudul Sejarah Lokal Kesusastraan Indonesia di Kalimantan Selatan 1930-2009. Isi kedua buku ini menurut Tajuddin Noor Ganie bersifat saling melengkapi satu sama lainnnya.
 

Tanpa maksud berpromosi Tajuddin Noor Ganie mengatakan buku-buku yang baru diterbitkannya ini patut dibaca tidak hanya oleh para sastrawan Kalsel sendiri. Tapi juga patut dibaca oleh para dosen ilmu-ilmu sastra, para peneliti bidang sastra, dan para pejabat pengambil keputusan di lembaga formal informal yang bidang kerjanya bersentuhan dengan masalah-masalah kesusastraan.